Bagi perusahaan perkebunan skala besar, keterlambatan penyemprotan bukan sekadar masalah teknis—tetapi bisa berdampak langsung pada hasil panen, serangan hama, kualitas buah, serta biaya operasional yang meningkat.
Masalah makin kompleks ketika bergantung pada tenaga manual atau unit drone internal dengan operator terbatas.
Cuaca berubah cepat, tapi tim manual tidak bisa menyesuaikan jadwal dengan fleksibel.
Kekurangan operator atau mandor yang paham SOP penyemprotan.
Unit drone internal sering downtime karena maintenance atau sparepart sulit.
Area luas butuh pengerahan tenaga besar, yang tidak selalu tersedia.
Koordinasi tim manual rentan delay dan miskomunikasi.
Akibatnya, perusahaan sering terjebak dalam siklus “jadwal molor → hama meningkat → biaya naik → hasil turun.”
Jika perusahaan menggunakan penyedia layanan profesional, mereka mendapatkan keuntungan seperti:
a. Fleksibilitas jadwal
Tim layanan dapat disesuaikan untuk hari tertentu, minggu tertentu, bahkan mendadak saat cuaca berubah.
b. Tim siap bekerja dalam jumlah lebih besar
Jika lahan sangat luas, provider dapat mengirimkan beberapa drone sekaligus.
c. Tidak khawatir downtime
Jika satu unit bermasalah, provider akan mengirim unit pengganti tanpa menghambat jadwal perusahaan.
d. Eksekusi cepat
Pekerjaan yang biasanya 2–3 hari dengan manual bisa selesai dalam beberapa jam.
4. Dampak Bisnis: Minim Delay, Maksim Hasil
Dengan jadwal penyemprotan yang tepat waktu, perusahaan mendapatkan:
Keterlambatan yang sebelumnya jadi masalah rutin berubah menjadi sesuatu yang hampir hilang.
Perkebunan sawit 1.200 hektar di Kalimantan sebelumnya sering molor 4–6 hari dari jadwal penyemprotan. Setelah menggunakan jasa semprot drone:
Untuk perusahaan yang ingin menghilangkan “bottleneck” operasional, jasa semprot drone memberikan kombinasi ideal antara kecepatan, fleksibilitas, dan hasil yang konsisten. Tidak ada alasan lagi untuk kehilangan hasil panen hanya karena keterlambatan penyemprotan.