Di banyak perusahaan perkebunan, penyemprotan pestisida masih dilakukan secara manual menggunakan tangki gendong atau sprayer bermesin. Metode ini terlihat sederhana, tetapi menyimpan risiko besar terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3), antara lain:
Untuk perusahaan skala besar, risiko ini bukan hanya soal kesehatan pekerja, tetapi juga potensi klaim, downtime operasional, dan masalah kepatuhan K3.
Pekerja penyemprotan manual berada sangat dekat dengan bahan kimia. Walaupun menggunakan APD, dalam praktiknya:
Dampaknya bisa berupa gangguan pernapasan, iritasi kulit, hingga masalah kesehatan kronis. Ini menjadi beban tersembunyi bagi perusahaan.
Dengan jasa semprot drone, pekerja tidak lagi harus bersentuhan langsung dengan pestisida. Drone dikendalikan dari jarak aman, sehingga:
Drone melakukan penyemprotan secara otomatis dan terprogram, sehingga faktor kelelahan dan human error bisa diminimalkan.
Bagi perusahaan perkebunan, penerapan K3 bukan sekadar formalitas. Menggunakan layanan semprot drone membantu perusahaan:
Hal ini penting terutama untuk perusahaan yang diaudit secara internal maupun eksternal.
Berbeda dengan penyemprotan manual yang berisiko tinggi dan lambat, semprot drone memberikan:
Produktivitas tetap optimal tanpa mengorbankan keselamatan tim lapangan.
Mengurangi risiko kerja bukan berarti menurunkan performa operasional.
Dengan layanan semprot drone, perusahaan perkebunan dapat:
Di era perkebunan modern, keselamatan kerja dan produktivitas harus berjalan beriringan.