Masalah Utama Penyemprotan Manual: Tidak Merata
Salah satu tantangan terbesar dalam penyemprotan manual di perkebunan adalah ketidakkonsistenan hasil semprot. Dalam praktik lapangan:
Akibatnya, pestisida tidak tersebar merata. Ini berdampak langsung pada efektivitas pengendalian hama dan penyakit, serta pemborosan bahan kimia.
Penyemprotan yang tidak merata bisa menimbulkan berbagai masalah serius:
Untuk perusahaan perkebunan skala besar, masalah ini sering tidak langsung terlihat, tetapi kerugiannya bersifat jangka panjang.
Dengan jasa semprot drone, penyemprotan dilakukan menggunakan sistem terprogram dan terkontrol. Drone mampu:
Hasilnya adalah aplikasi pestisida yang lebih merata dari ujung ke ujung lahan.
Drone pertanian dirancang untuk memastikan setiap area lahan mendapatkan perlakuan yang sama. Keunggulan ini mencakup:
Distribusi yang konsisten membantu perusahaan mendapatkan hasil pengendalian hama yang lebih optimal.
Karena semprotan lebih tepat sasaran, penggunaan pestisida menjadi:
Perusahaan tidak perlu menambah dosis hanya untuk menutup ketidaksempurnaan metode manual.
Ketika aplikasi pestisida merata, tanaman tumbuh dengan kondisi yang lebih seragam. Dampaknya:
Ini sangat penting bagi perkebunan yang mengutamakan standar kualitas dan produktivitas jangka panjang.
Ketepatan penyemprotan bukan detail kecil, melainkan faktor penentu hasil.
Dengan jasa semprot drone, perusahaan perkebunan memperoleh:
Teknologi drone menghadirkan presisi yang sulit dicapai oleh metode konvensional.